 |
Seperti yang digariskan
Tuhan, Qq dan Rizal memulai kisah bersama ketika duduk di SMU
Islam Al Azhar Pusat. Hari-hari orientasi sekolah jadi jalan
pertemuan keduanya untuk kali pertama. Siapa sangka,
ketertarikan ternyata sudah tumbuh dalam hati sejak momen itu.
Tak hanya jadi kenangan yang membekas, rasa itu dibawa
sepanjang tiga tahun menyelesaikan pendidikan bersama.
Memang tak pernah ada
pernyataan cinta ala anak muda, atau perjanjian jalan bersama
atau suasana romansa berdua. Tak pula ada kebersamaan selain
karena selalu satu kelas bersama, terlibat dalam
ekstrakurikuler serupa, atau menjadi delegasi berbagai lomba.
Namun rasa itu bersambut jua adanya. Satu dari sedikit yang
mungkin boleh dianggap istimewa 'hanya' satu sesi belajar
fisika. Qq tak paham mekanisme pegas katanya, Rizal dengan
sukarela mengajarkannya. Agaknya semua memang semata karena
Tuhan punya kuasa. |
 |